skip to Main Content

PERSIAPAN PERKULIAHAN TATAP MUKA TERBATAS (PTMT)  

PROGRAM STUDI BAHASA DAN KEBUDAYAAN INGGRIS (SASTRA INGGRIS) 

UNIVERSITAS AL AZHAR INDONESIA 

Foto 1: Keadaan Kelas Morfologi dan Sintaksis Bahasa Inggris  (Sumber: Foto diambil oleh Marsya & Danisa, Tim Kreatif Promosi dan Media Prodi Inggris UAI) 

  PTMT merupakan singkatan dari Pembelajaran Tatap Muka Terbatas atau dapat juga disebut sebagai kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan di kampus secara hybrid dengan memperhatikan sejumlah aturan protokol kesehatan. Surat pemberitahuan resmi pelaksanaan Perkuliahan Tatap Muka Terbatas (PTMT) Universitas Al Azhar Indonesia Tahun 2022 telah dikeluarkan dan disetujui oleh pihak kampus. Kegiatan PTMT di Universitas Al Azhar Indonesia pada semester genap ini diperuntukkan bagi mahasiswa angkatan tahun 2020 dan 2021 dengan ketentuan apabila sudah melakukan vaksin dosis pertama dan kedua serta mendapatkan izin dari orang tua dengan mengisi templat surat bermaterai yang telah disediakan di laman website Student Desk UAI (https://studentdesk.uai.ac.id/).  

  Perkuliahan Tatap Muka Terbatas ini dimulai pada awal semester genap yang akan berlangsung sesuai dengan masing-masing kehendak dosen pada mata kuliah itu sendiri walaupun tidak semua mata kuliah akan melaksanakan kegiatan PTMT tersebut. Lalu, sudah sejauh mana kah persiapan dosen dan mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris (Sastra Inggris) UAI mengenai Kegiatan Perkuliahan Tatap Muka Terbatas ini? 

  Dr. Lusi Lian Piantari, S.S., M.Hum. selaku dosen mata kuliah Morfologi dan Sintaksis Bahasa Inggris menjelaskan bahwa kegiatan PTMT merupakan pengalaman pertama bagi beliau yang harus dilakukan secara hybrid untuk pertama kalinya. Beliau juga berbicara mengenai perbedaan prosedur belajar-mengajar bagi mahasiswa yang mengikuti kegiatan Perkuliahan Tatap Muka Terbatas dengan mahasiswa yang tidak mengikuti kegiatan perkuliahan PTMT ini,  

“Nanti sama, masih pakai Zoom juga, sebagian di kelas dan sebagian di rumah. Jadi hybrid kelasnya. Harus dicoba di kelas dulu sih baru bisa dijelasin. Saya juga baru mau pertama kali kelas hybrid hehe… Jadi belum bisa cerita banyak”, tuturnya. 

Foto 2: Keadaan Kelas Morfologi dan Sintaksis Bahasa Inggris  (Sumber: Foto diambil oleh Marsya & Danisa, Tim Kreatif Promosi dan Media Prodi Inggris UAI) 

  Selain itu, Dr. Lusi Lian Piantari, S.S., M.Hum. juga memaparkan alasan beliau mengapa memilih untuk mengadakan kegiatan PTMT pada mata kuliah tersebut yaitu Morfologi dan Sintaksis Bahasa Inggris, 

“Pertama, karena karakteristik mata kuliahnya yang lebih bisa dijelaskan secara langsung, kedua ingin melakukan interaksi secara langsung dengan mahasiswa setelah hampir dua tahun hanya bertemu di ruang virtual. Menurut saya, PTMT akan berhasil untuk memberi pengalaman belajar yang berbeda kepada mahasiswa karena bentuk pembelajaran daring sangat berbeda dengan pembelajaran hybrid/luring”.  

Foto 3: Potret Dr. Lusi Lian Piantari, S.S., M.Hum.  (Sumber: Foto diambil oleh Marsya & Danisa, Tim Kreatif Promosi dan Media Prodi Inggris UAI) 

  Dr. Lusi Lian Piantari, S.S., M.Hum. juga berekspektasi terhadap mahasiswa yang mengikuti pelaksanaan PTMT dan mahasiswa yang tidak mengikuti PTMT, bisa mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dan lebih baik. Pada mata kuliah Morfologi dan Sintaksis Bahasa Inggris itu sendiri sudah dilakukan pada pertemuan ke-4 yaitu pada hari Rabu, 06 April 2022 dan pada pertemuan ke 6, 9, 11, dan 13 atau setiap hari Rabu pada pukul 14:30 – 17:10 WIB yang akan datang.  

Foto 4: Keadaan Kelas Menulis Teks Akademik  (Sumber: Foto diambil oleh Danisa, Tim Kreatif Promosi dan Media Prodi Inggris UAI) 

  Selain mata kuliah Morfologi dan Sintaksis Bahasa Inggris yang dibimbing oleh Dr. Lusi Lian Piantari, S.S., M.Hum., ada juga mata kuliah lain yang mengadakan kegiatan Perkuliahan Tatap Muka Terbatas yaitu mata kuliah Menulis Teks Akademik yang dilakukan oleh Nida Maisah, S.S., M.Li. Beliau selaku dosen mata kuliah Menulis Teks Akademik ini, sudah memberikan pengumuman mengenai informasi prosedur pelaksanaan PTMT sedari jauh hari kepada mahasiswa melalui chat grup Bimbingan Akademik khusus angkatan 2020. 

Foto 5: Potret Rifqi, mahasiswa angkatan 2020  (Sumber: Foto diambil oleh Marsya & Danisa, Tim Kreatif Promosi dan Media Prodi Inggris UAI) 

  Kemudian, salah satu mahasiswa angkatan 2020 Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris (Sastra Inggris) Universitas Al Azhar Indonesia yang bernama Rifqi beropini bahwa Pelaksanaan Perkuliahan Tatap Muka Terbatas ini merupakan langkah bagus untuk era new normal. Menurut Rifqi, langkah yang diambil oleh pihak UAI untuk melaksanakan PTMT ini merupakan salah satu cara untuk para mahasiswa dan dosen mencoba beradaptasi dengan situasi dan keadaan terkini. 

“Menurut gw, sesi PTMT ini merupakan cara dari Inggris UAI untuk mencoba adaptasi terhadap keadaan COVID-19 ini. Langkah bagus untuk new normal”, terang Rifqi. 

Ia juga memberikan opini mengenai kegiatan PTMT yang telah dilaksanakan olehnya pada hari Senin, 04 April 2022 saat kelas Menulis Teks Akademik dan hari Rabu, 06 April 2022 pada saat kelas Morfologi dan Sintaksis Bahasa Inggris,  

“Gw pribadi lebih suka PTMT karena terasa lebih organik. Bisa lebih interaktif juga dengan dosen atau teman sekelas tanpa canggung mau on mic atau on cam” tutur Rifqi dalam wawancara dengan reporter Tim Promosi dan Media Prodi Inggris UAI. 

Foto 6: Potret Gema, mahasiswa angkatan 2020  (Sumber: Foto diambil oleh Marsya & Danisa, Tim Kreatif Promosi dan Media Prodi Inggris UAI) 

  Selain Rifqi, salah satu mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris (Sastra Inggris) Universitas Al Azhar Indonesia angkatan 2020 yaitu Gema juga memiliki opini sendiri mengenai pelaksanaan PTMT ini. Melaui perspektif Gema sebagai mahasiswa angkatan 2020 yang berkesempatan untuk mengikuti PTMT, ia merasa bahwa kegiatan belajar-mengajar di kampus sangat efektif dibanding dengan hanya seharian penuh menatap layar benda elektronik di rumah, 

 “I think it’s better for the students that took part in offline learning. In my opinion, learning at school is more effective than learning at home”, tuturnya.  

Gema juga menerangkan beberapa penjelasan terkait perbedaan cara belajar-mengajar secara online dan PTMT,  

“There is no difference between them, the only difference is rather than looking at your laptop screen in offline classes, you look at the projector thing dan bisa nanya ke dosen” ujar Gema dalam wawancara dengan reporter Tim Promosi dan Media Prodi Inggris UAI. 

Selain itu, Rifqi juga memiliki opini yang sama dengan Gema terkait perbedaan cara belajar-mengajar saat pelaksanaan Perkuliahan Tatap Muka Terbatas dan belajar-mengajar online

 “Karena di Inggris UAI ini menerapkan kelas hybrid, gak ada perbedaan cara belajar yang beda banget selain dateng ke kampus karena di kelas itu ada kamera canggih sensorik yang bisa ngikutin pergerakan dosen ketika lagi mengajar. Jadi, keduanya yang online maupun PTMT masih bisa menyimak pelajaran secara maksimal”, ujarnya.  

Foto 7: Potret Davina, mahasiswa angkatan 2020.  (Sumber: Foto diambil oleh Marsya & Danisa, Tim Kreatif Promosi dan Media Prodi Inggris UAI) 

  Adapula Davina, salah satu mahasiswa angkatan 2020 yang juga ikut beropini mengenai pelaksanaan PTMT di Universitas Al Azhar Indonesia bahwa sistem pembelajaran secara PTMT sangat memudahkan Davina untuk memahami dan menangkap intisari dari mata kuliah yang ada di depan mata tetapi saat keadaan kelas sedang hiruk pikuk, ia juga merasa bahwa situasi tersebut mengakibatkan salah satu mahasiswa angkatan 2020 ini menjadi jarang mencatat karena membutuhkan space atau tempat yang lebih luas untuk menulis dan mencatat,  

 “Opini gue terkait ptmt ini lumayan baik, maksudnya dibandingkan dengan sistem pembelajaran yang mengharuskan gue di rumah dengan PTMT gue lebih bisa nangkep apa yang dimaksud dosen tapi kendala nya ya paling kalo kelas rame dan jadi jarang nyatet karena space yang kurang luas, kalo di rumah kan ada meja makan, meja makan gue alhamdulillah lebih luas dari meja belajar di kampus, jadi lebih ke masalah space aja sih”  

Tambahan pula, seperti pernyataan Rifqi dan Gema, Davina juga menjelaskan tentang perbedaan cara pembelajaran secara PTMT dan secara online

 “Online gue rajin banget nyatet karena mindahin materi dari ppt ke laptop ga terbatas sama waktu, kalo di kampus agak susah karena harus lebih cepet aja pergerakannya”, ujarnya.  

Foto 8: Potret Nida Maisah, S.S., M.Li. (Sumber: Foto diambil oleh Danisa, Tim Kreatif Promosi dan Media Prodi Inggris UAI) 

  Kebanyakan mahasiswa yang mengikuti pelaksanaan Perkuliahan Tatap Muka Terbatas atau yang disebut sebagai PTMT ini, mereka mengungkapkan merasa excited dengan adanya pelaksanaan PTMT di Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) dikarenakan selain dapat bertemu dan belajar langsung dengan dosen, mereka pun juga bisa bertemu dengan teman teman yang lain sehingga mereka dapat berinteraksi dengan sesama dan saling mengenal satu sama lain yang mana setelah satu tahun lama nya berkuliah di rumah, mereka tidak dapat bertemu langsung dengan teman-teman. 

Foto 9: Keadaan Kelas Menulis Teks Akademik (Sumber: Foto diambil oleh Danisa, Tim Kreatif Promosi dan Media Prodi Inggris UAI) 

  Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan dari cara belajar-mengajar secara online maupun secara PTMT, hanya saja pembelajaran secara PTMT dilakukan dengan bertatapan langsung dengan dosen serta teman-teman mahasiswa lain saat sedang berdiskusi ataupun melakukan hal lainnya sedangkan pembelajaran online terbatas dengan sebuah layar virtual yang terkadang untuk menyalakan kamera saja jarang dilakukan. (DA), (SRZ).

Back To Top